Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah membawa angin segar bagi dunia balap tanah air dengan memperkenalkan penggunaan teknologi tingkat tinggi dalam setiap kejuaraan dan sesi latihan resminya. Mengacu pada standar kompetisi kasta tertinggi di dunia, IMI Jateng kini mulai mewajibkan penggunaan Teknologi MotoGP sensor telemetri pada motor-motor yang berlaga di bawah naungannya. Penggunaan perangkat ini bertujuan untuk mengubah cara pembalap dan tim dalam menganalisis performa di lintasan, beralih dari sekadar perasaan (feeling) menjadi analisis berbasis data yang akurat dan objektif, layaknya tim-tim besar yang berkompetisi di kancah MotoGP.
Penggunaan sensor telemetri ini memungkinkan tim untuk merekam ribuan data setiap detiknya saat motor sedang melaju di sirkuit. Data yang diambil mencakup posisi bukaan gas, tekanan rem, sudut kemiringan motor saat menikung, hingga kinerja suspensi depan dan belakang. Di Jawa Tengah, para mekanik dan manajer tim kini mulai dilatih untuk membaca grafik data tersebut guna mengidentifikasi di bagian mana pembalap kehilangan waktu atau di mana letak kesalahan teknis pada motor. Dengan teknologi ini, proses pencarian set-up motor yang sempurna menjadi jauh lebih cepat dan efisien, meminimalisir metode trial-and-error yang selama ini membuang banyak waktu dan biaya.
Standar Eropa yang diadopsi ini juga sangat membantu dalam pengembangan kemampuan individu pembalap itu sendiri. Dengan melihat data telemetri, seorang pembalap dapat membandingkan putaran tercepatnya dengan putaran lainnya secara detail. Mereka bisa melihat secara visual melalui grafik apakah mereka mengerem terlalu awal atau membuka gas terlalu lambat di tikungan tertentu. IMI Jateng percaya bahwa edukasi berbasis data akan mempercepat proses pematangan pembalap muda. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan keberanian (nekat), tetapi belajar untuk menjadi pembalap yang cerdas secara taktis dan mampu mengeksekusi strategi balap dengan presisi milimeter.
Selain untuk performa, implementasi telemetri balap juga memiliki peran vital dalam meningkatkan standar keselamatan. Sensor pada motor dapat mendeteksi gejala malfungsi pada mesin atau sistem pengereman sebelum hal tersebut berakibat fatal bagi pembalap. Jika data menunjukkan adanya kenaikan suhu mesin yang tidak wajar atau penurunan tekanan rem secara tiba-tiba, tim dapat segera memberikan instruksi kepada pembalap untuk segera masuk ke pit. Keamanan adalah prioritas utama dalam balapan modern, dan teknologi ini menjadi tameng pelindung tambahan bagi para atlet otomotif di Jawa Tengah dalam mengejar prestasi tertinggi di lintasan sirkuit.