Keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama dalam setiap program kerja Ikatan Motor Indonesia, terutama menyongsong Helm Standar Racing Dunia yang lebih ketat di masa depan. Melalui inisiatif Safety Riding 2026, IMI Jawa Tengah mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kesadaran para pengendara motor mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan perlindungan diri yang berkualitas tinggi. Salah satu fokus yang gencar disosialisasikan adalah mengenai emisi gas buang serta keterkaitannya dengan efisiensi performa kendaraan yang tetap harus mengedepankan aspek keselamatan lingkungan. Edukasi ini dilakukan secara menyeluruh ke berbagai komunitas motor agar setiap individu memahami bahwa gaya berkendara yang aman dan kendaraan yang sehat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Salah satu poin krusial dalam edukasi ini adalah mengenai pemilihan helm standar racing dunia yang seringkali diabaikan oleh pengendara harian. IMI Jateng menekankan bahwa helm bukan sekadar syarat untuk menghindari tilang, melainkan teknologi pelindung kepala yang sangat kompleks. Standar racing dunia, seperti ECE 22.06 atau standar FIM, melibatkan pengujian benturan dari berbagai sudut serta ketahanan terhadap penetrasi benda tajam yang sangat ekstrem. Dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai material helm seperti carbon fiber atau multi-composite shell, diharapkan para pengendara di Jawa Tengah mulai beralih menggunakan produk yang benar-benar mampu memberikan proteksi maksimal saat terjadi insiden di jalan raya maupun di lintasan balap.
Pemberian edukasi oleh IMI Jateng juga mencakup cara merawat perlengkapan keselamatan agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Banyak pengendara yang tidak menyadari bahwa helm memiliki masa pakai atau “kadaluwarsa” karena material peredam di dalamnya dapat mengalami degradasi seiring berjalannya waktu. Melalui berbagai kegiatan coaching clinic, tim ahli dari IMI Jateng memberikan simulasi bagaimana helm standar dunia mampu menyerap energi benturan secara lebih baik dibandingkan helm berkualitas rendah. Pengetahuan teknis seperti ini sangat penting untuk membentuk pola pikir pengendara yang cerdas, yang lebih mengutamakan fungsi keselamatan dibandingkan sekadar estetika atau harga murah yang berisiko fatal.
Selain helm, aspek safety riding juga meliputi teknik pengereman dan cara mengendalikan motor di berbagai kondisi cuaca. IMI Jateng sering mengadakan latihan bersama yang terbuka bagi masyarakat umum untuk mengasah skill berkendara mereka di bawah bimbingan instruktur profesional. Dalam latihan ini, para peserta diajarkan cara mengantisipasi titik buta kendaraan lain serta penggunaan perlengkapan tambahan seperti jaket berprotektor dan sarung tangan yang sesuai standar keamanan. Kesadaran kolektif untuk tertib berlalu lintas diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Jawa Tengah secara signifikan, sekaligus meningkatkan citra positif komunitas motor di mata publik.