Kondisi lesunya industri otomotif dalam beberapa waktu terakhir memaksa perusahaan pembiayaan untuk mengambil langkah strategis. Adira Finance, sebagai salah satu pemain utama di sektor ini, tidak tinggal diam. Mereka justru melihat celah peluang di tengah tantangan pasar dan mengarahkan fokus pada segmen tertentu yang dinilai masih memiliki potensi untuk berkembang. Penurunan angka penjualan kendaraan baru secara nasional menjadi perhatian, namun Adira Finance memiliki jurus jitu untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan портфелnya.
Salah satu segmen yang menjadi bidikan utama Adira Finance di tengah lesunya industri otomotif adalah pasar kendaraan bekas. Fenomena ini wajar terjadi karena dalam situasi ekonomi yang kurang stabil, konsumen cenderung mencari alternatif yang lebih terjangkau. Kendaraan bekas menjadi pilihan menarik karena harganya yang lebih rendah dan ketersediaannya yang relatif lebih cepat. Adira Finance memiliki pengalaman dan jaringan yang luas dalam pembiayaan kendaraan bekas, sehingga mereka yakin dapat mengoptimalkan potensi pasar ini.
Selain kendaraan bekas, Adira Finance juga melirik segmen kendaraan komersial. Berbeda dengan kendaraan penumpang yang permintaannya sangat dipengaruhi oleh sentimen konsumen, kendaraan komersial seperti truk, bus, dan pick-up memiliki permintaan yang lebih stabil karena fungsinya yang krusial dalam mendukung aktivitas ekonomi, terutama di sektor logistik, infrastruktur, dan pertanian. Adira Finance memiliki beragam produk pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen ini.
Menghadapi lesunya industri otomotif, inovasi dalam produk dan layanan menjadi kunci. Adira Finance terus mengembangkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan menarik bagi konsumen, termasuk berbagai pilihan tenor dan uang muka yang kompetitif. Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi prioritas untuk mempermudah proses pengajuan kredit dan pembayaran bagi konsumen.
Dengan strategi yang terarah dan fokus pada segmen yang tepat di tengah lesunya industri otomotif, Adira Finance menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kinerja perusahaan tetap stabil dan bahkan memberikan kontribusi positif bagi pemulihan industri otomotif secara keseluruhan di masa depan.